Pages

Selasa, 29 Desember 2015

ESSAY



Pantai Teluk Lombok

Indonesia memiliki beribu-ribu tempat wisata yang sangat indah yang tersebar di seluruh wilayahnya. Itu adalah kekayaan yang diberikan tuhan kepada kita semua sebagai anugerah yang harus kita jaga. Salah satu tempat wisata yang ada di negeri ini dan dapat dijadikan salah satu referensi untuk tujuan destinasi anda adalah Pantai Teluk Lombok. Pantai ini terletak tidak jauh dari kota Sangatta yang dapat dicapai dengan jalan darat sekitar 15 km. Sekarang anda tak perlu  lagi bingung untuk mengisi liburan anda, karena di negeri kita ini banyak tempat-tempat wisata yang indah dan kita tak perlu lagi pergi ke Luar negeri.

Pantai ini selalu ramai dikunjungi jika ada hari-hari libur nasional ataupun hari libur. Jika kita sudah sampai di pantai ini kita dapat berjalan-jalan di pasir putih dan melihat laut yang nan elok. Pantai ini juga menyediakan fasilitas Banana Boat dan anda dapat bersenang-senang dengan keluarga anda tanpa perlu dana yang cukup banyak. Disekitar pantai juga banyak penjual yang menjajakan makanan serta minuman sehingga dapat  meleggakan dahaga anda setelah lelah bermai  air atau berjalan-jalan menyusuri tepi pantai.
Jika anda belum pernah berkunjung ke objek wisata ini anda wajib mencobanya bersama keluarga anda. Anda tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mendapatkan tempat wisata yang indah karena negara kita memiliki beribu-ribu tempat yang menjadi mutiara tersembunyi. Oleh karena itu marilah kita kunjungi semua tempat wisata yang ada negeri kita ini karena terkadang kita tidak menyadari bahwa kita juga memiliki mutiara yang begitu indah.

ESSAY



Pemuda Nahkoda Indonesia

Aku muak dengan kapitalis karena ia merupakan raksasa tak berkaki
serta berotak anak ayam, jelmaan lintah yang tak pernah kenyang.
 Aku, kamu, dan mereka semua, serta bayi-bayi ini. Mereka adalah
 para pewaris bangsa yang terpasung dan terkekang, karena
kemiskinan telah merantai tangan-tangan dan tubuh mereka
 dalam belenggu kebodohan.”
(Dikutip dari http://www.kompasiana.com/tarzanningrat/eksploitasi-gila-gilaan-freeport-di-bumi-papua_550b4073a33311226a2e414c)

Negara Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keragaman suku, ras, budaya dan bahasa serta sumber daya alam yang melimpah ruah dari Sabang sampai Merauke.  Negeri termahsyur ini memiliki ribuan pulau yang berjumlah sekitar 17.508 dengan potensi kekhasan yang beragam. Selain itu negeri ini memiliki penduduk yang besar, yaitu sekitar 237 juta penduduk berdasarkan data dari  BPS tahun 2010.
Apakah hanya itu saja yang dimiliki oleh Indonesia? Tentu saja tidak karena masih banyak sumber daya lain yang belum dioptimalkan. Belum lagi keragaman flora dan fauna, budaya, dan tentunya adat istiadat yang tersebar di seluruh nusantara. Indonesia sendiri memiliki 1128 suku bangsa dengan 700 bahasa, 6 agama, juga kekayaan alam yang melimpah ruah baik yang berada di laut, udara dan daratan. Semua kekayaan dan pontensi yang ada adalah anugerah Tuhan yang patut kita syukuri.
Negeri kita ini ibarat “mutiara dari timur” yang sangat berharga. Semua kekayaan alam dan keragaman di Indonesia tidak dimiliki oleh negara lain. Namun, realita yang ada saat ini justru berbanding terbalik dengan ekspetasi, faktanya kita tertinggal jauh dengan negara yang memiliki keterbatasan sumber daya, seperti Jepang,China, dan Korea Selatan.
            Tentu banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut, salah satunya adalah kita masih di bawah bayang-bayang pengaruh ekonomi global yang merupakan warisan masa kolonial. Meskipun kita tahu saat ini indonesia telah menerapkan MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) yang mengharapkan produk-produk bangsa ini mampu bersaing dengan produk luar. Akan tetapi, sejauh ini seperti yang kita ketahui penghargaan terhadap produk dalam negeri kurang antusias. Mengapa hal itu masih saja terjadi? Bukankah seharusnya perekonomian Indonesia meningkat seiring dengan diberlakukannya MEA? Kemudian, bagaimana solusi kita jika menjadi pemimpin di masa yang akan datang?
            Permasalahan yang dialami masyarakat kita ini layaknya tikus mati di gudang beras. Hal ini sesuai dengan fakta yang terjadi dewasa ini, contohnya adalah daerah perkotaan yang ada di Kalimantan Timur yang mayoritas penduduknya telah memiliki pendapatan di atas rata-rata sedangkan masyarakat yang ada di daerah perbatasan masih sangat tertinggal. Hal ini menandakan bahwa kekayaan alam yang ada di indonesia tidak sepenuhnya membuat seluruh rakyat hidup sejahtera. Ditambah lagi dengan harga kebutuhan sehari-hari di daerah pedalaman sangatlah mahal dibandingkan dengan daerah perkotaaan, yang mana ini merupakan salah satu bentuk ketidakadilan bagi mereka-mereka yang hidupnya penuh keterbatasan. Peran Dewan Perwakilan Rakyat sebagai wakil rakyat dan generasi muda sangatlah diperlukan demi memperbaiki nasib masyarakat pedalaman kedepannya, dengan menciptakan solusi-solusi yang ampuh yakni, dengan mengubah arah pandang pemerintah saat ini dan masa yang akan datang untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat di perbatasan dan melakukan pemerataan dalam berbagai aspek kehidupan demi meningkatkan keadilan bagi selurah rakyat, baik di perkotaan sampai seluruh pelosok negeri ini.
            Salah satu permasalahan yang  juga menyebabkan kita tidak bisa bersaing pada era MEA adalah mindset masyarakat yang lebih menyukai barang yang bermerk luar dan budaya konsumtif yang sangat tinggi menyebabkan kita menjadi bangsa yang tidak produktif, Hal inilah yang membuat perekonomian Indonesia justru merosot di tengah persaingan antar bangsa akibat MEA. Sebagai generasi muda kita harus mengubah mindset untuk lebih mencintai produk Indonesia dan menjadi bangsa yang produktif agar tidak tersingkir di negeri sendiri. Salah satunya dengan cara pengembangan pasar lokal dari masing-masing daerah agar dapat bersaing dengan pasar modern. Sasaran dalam pengembangan pasar lokal ini adalah masyarakat menengah ke bawah agar mampu meningkatkan usahanya dalam bersaing di era MEA.
Sebagaimana hakikat yang tercantum dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ayat 3 yaitu “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.  Sesuai dengan pasal tersebut pemerintah haruslah menelaah kembali, bahwa sumber daya alam tadi sudah benar-benar dikelola dengan baik dan dapat dirasakan manfaatannya oleh rakyat atau sebaliknya. Berdasarkan fakta yang ada, pengelolaan sumber daya alam masih buruk hal ini dapat kita amati dengan melihat eksploitasi yang dilakukan PT Freeport Indonesia di Papua dan illegal fishing yang menyebabkan Indonesia dan rakyat  mengalami kerugian yang sangat besar. Kebijaksanaan pemerintah dan pemikiran generasi muda yang kritis sangatlah diperlukan dalam menanggulangi problematika ini, jika tidak segera diatasi maka akan menimbulkan efek buruk bagi bangsa ini secara berkepanjangan. Pada kondisi inilah peran DPR sangat diperlukan dalam mengatasi masalah tersebut, yakni dengan menggunakan hak interpelasi yang dimilikinya untuk meminta keterangan terhadap kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas bagi kehidupan rakyat. Dengan demikian DPR dapat memperjuangkan hak rakyat untuk menikmati kekayaan alam yang ada di bumi pertiwi demi meningkatkan perekonomiannya. Pemerintah dan generasi muda kedepannya haruslah lebih cermat lagi  dalam membuat perjanjian atau kontrak dengan negara lain serta menindak dengan tegas para oknum-oknum yang telah melakukan illegal fishing. Jika kita mampu mengatasi hal tersebut, maka akan tercipta negara maju yang kuat dan hebat.
            Sebenarnya kita bisa menjadi negara maju yang kuat dan hebat. Semua itu dapat terjadi jika kita mampu mengatasi segala problematika yang sedang membelenggu negeri ini. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya mengenai berbagai macam permasalahan yang ada dan solusi yang ditawarkan, maka kedepannya perlu langkah-langkah tegas,cermat dan kritis yang dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa. Dalam upaya untuk membangun Indonesia yang lebih baik kedepannya, generasi muda dapat menyalurkannya melalui partisipasinya sebagai DPR. Dengan menjadi DPR kita dapat berkontribusi membangun Indonesia menjadi lebih baik secara perlahan.
            Dalam menghadapi berbagai problematika yang ada maka diperlukan generasi muda yang benar-benar berkualitas agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa yang kelak menjadi wakil rakyat yang melek dengan kemajuan peradaban zaman, terutama kondisi perekonomian negeri ini, harus mampu untuk mendorong percepatan, pembentukan, pengharmonisan serta pengelolaan sumber daya alam secara komprehensif dalam membangkitkan perekonomian nasional yang dapat meningkatkan pendapatan rakyat dan negara untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.  
Dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dapat dilakukan dengan cara mengelola SDA(sumber daya alam)  yang terkandung di daratan, laut dan angkasa secara optimal, adil, berkelanjutan dan ramah lingkungan tanpa mengabaikkan prinsip-prinsip keutuhan NKRI; keadilan dalam penguasaan, pemilikan, dan pemeliharaan sumber daya agraria/sumber daya alam;  memelihara keberlanjutan yang dapat memberi manfaat yang optimal, baik untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan; meningkatkan keterpaduan antar sektor dan antar daerah dalam rangka pengelolaan sumber daya alam; serta mengupayakan keseimbangan hak dan kewajiban negara, pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat serta individu.
            Mengelola SDA secara optimal, adil, dan berkelanjutan demi meningkatkan perekonomian Indonesia merupakan tugas generasi muda kedepannya jika kelak menjadi DPR demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Marilah kita saling bersatu bahu-membahu memajukan indonesia dan mensejahterakan seluruh rakyat melalui keikutsertaan kita sebagai wakil rakyat yang telah dipercaya untuk menerima dan menyalurkan aspirasi mereka serta berpikir kritis dalam melaksanakannya. Kedepannya kita juga harus lebih memperbaikki kinerja serta citra DPR di mata masyarakat di masa yang akan datang.
Semua itu adalah keinginan saya kedepannya jika menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Komisi VII . Mari kita bersama-sama memanfaatkan secara optimal hak yang dimiliki DPR, seperti hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat dan mulai menitih asa menggapai cakrawala demi Indonesia yang lebih baik, melalui pengelolaan sumber daya alam secara optimal oleh bangsa ini yang akan meningkatkan perekonomian rakyat Indonesia. Sambutlah kemajuan dan kejayaan negeri “mutiara dari timur” kelak di masa yang akan datang.





SUMBER REFERENSI

2.      Bahan Tayang Materi Sosialisasi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika